Kamis, 27 September 2012

Aku Hanyalah Aku

Aku tak akan pernah bisa menjadi dirinya..
Tapi semua bukan karena aku tak bisa dan tak mampu..
Aku yang memang tak ingin menjadi dirinya, yang hanya bisa datang dan pergi begitu saja..
Ini lah aku, Yang hanya bisa sesederhana ini mencintai dan menyayangimu..
Aku hanya ingin menjadi diriku untuk semua hal itu..
Bukan menjadi dirinya atau diri siapapun..
Tak akan ada yang bisa seperti aku..
Mungkin memang ada yang lebih baik dan lebih buruk dari aku..
Tapi aku hanya lah aku..
Bukan siapapun..

Aku akan terima semua keputusan apapun itu dari dirimu..
Aku sadar,
Mungkin memang dirinya yang lebih mempunyai makna untukmu..
Bila bukan dirinya, mungkin dia yang lain yang lebih bisa mempunyai makna untukmu..

Ini bukan kali pertama,
Aku berada dalam keadaan ini..

Terserah apapun yang kau kata untukku..
Namun kau tak akan pernah bisa mengerti..
Siapa aku? Seperti apa aku dan perasaanku terhadapmu?

Tak perlu kau pedulikan semua perkataan dan ucapanku..
Ikutilah apa yang menjadi pilihan hatimu..
Jangan pernah kau ragu atas kata hatimu..
Sesungguhnya kata hatimu lah yang lebih mampu mengerti kamu..

Memang gelap itu tak pernah ada pada hakikatnya..
Gelap tak akan pernah ada karena gelap bergantung pada terang..
Namun, Tanpa terang gelap itu tercipta..
Tanpa terang gelap itu akan abadi..

Gelap adalah background ku..
Aku akan siap tuk kembali dalam background ku itu..

Bee

Still Remember it






Ini semua adalah bagian terindah dari cerita yang mungkin hanya sesaat ini..
Tak akan pernah dapat ku lupa bagian kecil cerita hidup ini..
Semua akan abadi,
Semua akan terkenang,
Semua tersimpan rapih dalam ingatan yang mungkin bisa saja sekejap terlupa dan hadir kembali..
Tapi sosokmu akan tetap hadir dalam sanubari kecil ini yang begitu berarti..
Hanya kamu,
Yah, hanya kamu lah bagian terindah dalam hidup ini..
Cahaya terang yang telah merubah background gelap ini..
Kelak ku terima semua yang telah menjadi sebuah keputusan yang mungkin pait ini..
Aku siap bila background gelap itu kembali hadir dalam cerita ini..
Terima kasih atas semua pemberianmu..
Terima kasih karena kau telah hadirkan kebahagian yang singkat ini..


Still Loving you
Never Stop for Loving you

sincerely yours,

Bee


Goodbye (T-T)

Senin, 24 September 2012

Sampai Kapan?


Sampai Kapan?
Ini bukan cerita fiktif, atau naskah dalam film, ftv, ataupun sinetron.

Entah berapa umurku sekarang?
Aku pun sampai tak ingat berapa umurku saat ini.
Itu semua mungkin karena aku tak ingin tau, sampai umur berapa aku akan sanggup, aku akan kuat berada di dunia ini.
Dunia yang tak pernah henti mempercundangiku.
Ini bukanlah sebuah keputus asaan atau keluhku sesaat.
Yang menjadikan ini semua alasan hanyalah,
Sampai kapan aku akan berbohong?
Sampai kapan aku akan berpura-pura?
Sampai kapan aku akan selalu menjadi sempurna?
Sampai kapan semua itu akan berhenti?

Aku tak pernah berhenti membohongi orang-orang di dunia ini tentang apa yang aku rasa dan tentang apa yang ada di batinku selama ini. Aku tak pernah bisa jujur atau terbuka kepada siapapun, layaknya benda mati yang selau menyimpan semua yang dia rasa seorang diri.

Aku selalu berpura-pura kepada semuanya. Aku tak pernah menekuk mukaku, selalu tersenyum di hadapan semua walau dalam hati tak mampu untuk tersenyum, layaknya kita sedang mengenakan topeng ketika kita berada di sebuah stage.

Aku tak pernah henti tuk jadi yang sempurna. Aku tak pernah mengeluh, aku selalu kuat di depan semuanya dalam menghadapi dunia ini. Aku pun tak pernah berkata “tidak” untuk hal apapun, Aku selalu berkata “iya” sekalipun aku tak mampu melakukan dan menyelesaikannya. Aku akan sesempurna mungkin pokoknya selama aku masih mampu menjadi fighter dalam dunia yang selalu mempercundangiku ini, layaknya karang yang selalu berusaha tegar dan kuat saat di hempas oleh deburan-deburan ombak yang menghantam.

Hmmmmm
Aku lelah menjalani semua ini. Aku ingin behenti dari semua hal yang membelenggu pikiran dan hati ini. Aku ingin normal seperti manusia-manusia lainnya. Yang bisa jujur dan terbuka atas apa yang dia rasa, yang selalu tersenyum dan tertawa lepas tanpa harus menjadi seorang aktor dan aktris yang hanya memainkan perannya, yang menjadi manusia biasa, bukan tuhan yang maha sempurna.
Namun entah SAMPAI KAPAN akan kuraih mimpi itu semua?