Hari ini
Yah hari ini tepat 24 Februari 2019
Hari yang telah kita tentukan bersama
Sedikit cerita
Dari awal kenal aku ga pernah berhenti berjuang, bagaimana denganmu?
Dalam perjuanganku aku sempat terhenti
Namun aku melanjutkannya kembali
Kita selalu ditentang oleh siapapun
Namun aku tak pernah peduli
Sampai malam sebelum hari ini tiba pun
Aku masih berjuang
Andai saja kamu tau
Sebenernya ada air mata yang ingin mengalir di tengah semua kelelahanku untuk memperjuangkanmu
Namun aku tak mampu
Aku hanya ingin menyampaikan kepadamu
Harusnya kamu tau dan sadar
Seberapa aku menyayangimu, mencintaimu juga menginginkanmu
Dan hanya satu yang aku harap untuk hari esok
Jangan pernah kecewakan dan sia-sia kan apa yang telah aku perjuangkan sejak awal kita bersama sampai akhir nanti
Teruntukmu
Minggu, 24 Februari 2019
Selasa, 01 Januari 2019
Karenamu
Ternyata setahun sudah tak ada lagi celoteh yang tertuang dalam karya abadi ini.
Dahulu, rasa ini mengajariku banyak hal. Bagaimana yang namanya berjuang, lalu bagaimana yang namanya berproses, dan kini malah menjadi sebuah bentuk hal yang baru.
"Nyaman" atau dalam bahasa inggrisnya "Comfort".
Rasa inilah yang dulu menemani hari-hari ku saat bersamamu. Saat pertanyaan "apa yang membuatmu memilih aku?" hadir, selalu rasa ini yang terucap dari mulut atau bahkan dari hati kita masing-masing.
Tak pernah terbayang olehku, bagaimana kau sendiri yang mengingkari itu semua. Bukankah dahulu masing-masing dari kita yang berkata, bahwa rasa ini tak pernah bisa kita jumpai dan kita dapatkan dengan mudah saat bersama siapapun itu?
Yah semua karena rasa itu tercipta dari sebuah perjuangan dan didalam perjuangan itu juga terdapat proses yang pada akhirnya melahirkan rasa itu antara aku dan kau.
Akan tetapi
Hari itu semua berubah. Saat ada jarak atau jeda antara kita. Saat semua perjuangan dan proses tak lagi bermakna. Saat itu pula kau ingkari rasa itu.
Sampai-sampai akupun tak percaya kau bisa setega itu.
Sudahlah
Apa daya raga ini. Sudah tak mampu lagi berkata. Itu putusanmu dan aku terima.
Yang ingin aku garis bawahi hanyalah rasa itu. "Nyaman", bukanlah perkara mudah untuk mendapatkan dan menentukannya. Ada perjuangan dan proses disana, tak mudah menetapkannya. Sekalipun dekat dan selalu bersama belum tentu kita bisa menetapkan rasa itu untuk yang dekat dan selalu bersama.
Diakhir tahun dan diawal tahun ini aku berdo'a, kelak tak lagi dipertemukan oleh rasa itu. Sudah ku kubur dalam semua kisah itu.
Sejak saat itu hingga selamanya aku mulai menikmati dan bahagia dengan suatu hal "Yang mau melengkapi" bukan lagi dengan rasa "Nyaman". Karena sesungguhnya tak ada satu manusia pun bagiku yang mampu mengerti soal perasaanku selain diriku sendiri.
Ga usah baper guys
Disini gw cuma mau ingetin ke kalian semua. Bukan karena lu ngerasa nyaman dengan seseorang lantas lu bisa dapat kebahagiaan dengan orang tersebut. Tapi cari lah kebahagiaan dengan seseorang yang mau melengkapi. Karena dari rasa nyaman gw pribadi belajar. Senyaman nyamannya lu dengan seseorang, belum tentu lu akan bahagia. Karena nyaman itu bisa lu cipta kan bersama siapapun, atau dengan kata lain dengan banyak orang, bukan dengan seseorang.
Udah ah segitu aja 😀
Selamat menikmati tahun yang baru yah 😘❤️😘
Dahulu, rasa ini mengajariku banyak hal. Bagaimana yang namanya berjuang, lalu bagaimana yang namanya berproses, dan kini malah menjadi sebuah bentuk hal yang baru.
"Nyaman" atau dalam bahasa inggrisnya "Comfort".
Rasa inilah yang dulu menemani hari-hari ku saat bersamamu. Saat pertanyaan "apa yang membuatmu memilih aku?" hadir, selalu rasa ini yang terucap dari mulut atau bahkan dari hati kita masing-masing.
Tak pernah terbayang olehku, bagaimana kau sendiri yang mengingkari itu semua. Bukankah dahulu masing-masing dari kita yang berkata, bahwa rasa ini tak pernah bisa kita jumpai dan kita dapatkan dengan mudah saat bersama siapapun itu?
Yah semua karena rasa itu tercipta dari sebuah perjuangan dan didalam perjuangan itu juga terdapat proses yang pada akhirnya melahirkan rasa itu antara aku dan kau.
Akan tetapi
Hari itu semua berubah. Saat ada jarak atau jeda antara kita. Saat semua perjuangan dan proses tak lagi bermakna. Saat itu pula kau ingkari rasa itu.
Sampai-sampai akupun tak percaya kau bisa setega itu.
Sudahlah
Apa daya raga ini. Sudah tak mampu lagi berkata. Itu putusanmu dan aku terima.
Yang ingin aku garis bawahi hanyalah rasa itu. "Nyaman", bukanlah perkara mudah untuk mendapatkan dan menentukannya. Ada perjuangan dan proses disana, tak mudah menetapkannya. Sekalipun dekat dan selalu bersama belum tentu kita bisa menetapkan rasa itu untuk yang dekat dan selalu bersama.
Diakhir tahun dan diawal tahun ini aku berdo'a, kelak tak lagi dipertemukan oleh rasa itu. Sudah ku kubur dalam semua kisah itu.
Sejak saat itu hingga selamanya aku mulai menikmati dan bahagia dengan suatu hal "Yang mau melengkapi" bukan lagi dengan rasa "Nyaman". Karena sesungguhnya tak ada satu manusia pun bagiku yang mampu mengerti soal perasaanku selain diriku sendiri.
Ga usah baper guys
Disini gw cuma mau ingetin ke kalian semua. Bukan karena lu ngerasa nyaman dengan seseorang lantas lu bisa dapat kebahagiaan dengan orang tersebut. Tapi cari lah kebahagiaan dengan seseorang yang mau melengkapi. Karena dari rasa nyaman gw pribadi belajar. Senyaman nyamannya lu dengan seseorang, belum tentu lu akan bahagia. Karena nyaman itu bisa lu cipta kan bersama siapapun, atau dengan kata lain dengan banyak orang, bukan dengan seseorang.
Udah ah segitu aja 😀
Selamat menikmati tahun yang baru yah 😘❤️😘
Langganan:
Postingan (Atom)
