Rabu, 31 Agustus 2016

Sampai Kapan?

Ini bukan cerita fiktif, atau naskah dalam film, ftv, ataupun sinetron.

Entah berapa umurku sekarang?
Aku pun sampai tak ingat berapa umurku saat ini.
Itu semua mungkin karena aku tak ingin tau, sampai umur berapa aku akan sanggup, aku akan kuat berada di dunia ini.
Dunia yang tak pernah henti mempercundangiku.
Ini bukanlah sebuah keputusasaan atau keluhku sesaat.
Yang menjadikan ini semua alasan hanyalah,
Sampai kapan aku akan berbohong?
Sampai kapan aku akan berpura-pura?
Sampai kapan aku akan selalu menjadi sempurna?
Sampai kapan semua itu akan berhenti?

Aku tak pernah berhenti membohongi orang-orang di dunia ini tentang apa yang aku rasa dan tentang apa yang ada di batinku selama ini. Aku tak pernah bisa jujur atau terbuka kepada siapapun, layaknya benda mati yang selau menyimpan semua yang dia rasa seorang diri.

Aku selalu berpura-pura kepada semuanya. Aku tak pernah menekuk mukaku, selalu tersenyum di hadapan semua walau dalam hati tak mampu untuk tersenyum, layaknya kita sedang mengenakan topeng ketika kita berada di sebuah stage.

Aku tak pernah henti tuk jadi yang sempurna. Aku tak pernah mengeluh, aku selalu kuat di depan semuanya dalam menghadapi dunia ini. Aku pun tak pernah berkata “tidak” untuk hal apapun, Aku selalu berkata “iya” sekalipun aku tak mampu melakukan dan menyelesaikannya. Aku akan sesempurna mungkin pokoknya selama aku masih mampu menjadi fighter dalam dunia yang selalu mempercundangiku ini, layaknya karang yang selalu berusaha tegar dan kuat saat di hempas oleh deburan-deburan ombak yang menghantam.

Hmmmmm
Aku lelah menjalani semua ini. Aku ingin behenti dari semua hal yang membelenggu pikiran dan hati ini. Aku ingin normal seperti manusia-manusia lainnya. Yang bisa jujur dan terbuka atas apa yang dia rasa, yang selalu tersenyum dan tertawa lepas tanpa harus menjadi seorang aktor dan aktris yang hanya memainkan perannya, yang menjadi manusia biasa bukan tuhan yang maha sempurna.

Namun entah SAMPAI KAPAN akan kuraih mimpi itu semua? 

Rabu, 13 April 2016

I'll try to you

Kamu ga pernah tau seperti apa tersiksanya diri ini. Mencintaimu namun tak pernah dapat bersama. Sakittt, dan perihh rasanya, bahkan lebih perih dari tertusuk ribuan pisau yg menancap dan menyayat di tubuh.

Aku telah berusaha semampu aku. Semua sudah kulakukan, aku pun telah berusaha bersikap seadil mungkin dengan kondisi saat ini.

Tidakkah kau pernah mengingat? Dahulu kau yang menghempaskan aku. Meninggalkan aku dan memilih menepi bersama dirinya.

Kini kau kembali,
Kembali dalam perasaan yang memang tak akan pernah bisa hilang sampai kapanpun. Karena perasaan itu terus mengalir dalam darah, perasaan itu juga terus kau hirup dalam nafasmu.

Aku berusaha untuk menggapai hal itu. Semua aku lakukan. Aku mencoba bersikap adil dengan keadaan saat ini. Aku berusaha membagi sesuai apa yang ada pada perasaan ini.

Namun kamu tetap saja menyalahkan posisiku. Aku bisa apa? Apa lagi yang harus aku perbuat memangnya?
Kamu lupa? Berapa lama waktu yg telah berlalu hingga saat ini kembali? Semua banyak yang telah berubah, bahkan keadaan kita pun saat ini adalah kamu miliknya dan aku pun juga miliknya.
Aku sudah berusaha segalanya untuk keadaan kita yang sekarang. Tidak sedikitpun aku mengacuhkanmu dengan keadaan yg seperti ini.

Lagi lagi kamu tetap saja menyalahkan posisiku. Aku telah berusaha namun rasanya semua usaha itu kini hanya berbuah sia sia dah bahkan tak ada harganya.

Kini aku tak lagi mampu berkata.
Jika aku masih mampu berusaha aku akan tetap bertahan dengan rasa ini, namun jika aku tak mampu aku akan pergi selamanya dari kehidupanmu dan tak akan lagi hadir dalam setiap darah dan nafasmu.

Maaf

Senin, 01 Februari 2016

Prolog 1

Terima kasih,
Karena kau telah kembali menghempaskan rasa ini.
Harusnya aku yang marah kepadamu?!!! Namun, mengapa justru kau yang marah dan bahkan benci pada diriku. Begitulah yang terlintas dalam benakku.
Sejujurnya, aku memiliki alasan mengapa aku merasa begitu marah padamu. Dan aku rasa, alasan itu cukup menjelaskan kepadamu.

Aku bahkan sempat berfikir dan memang ini yang terlintas dipikiranku saat ini.
Apa maksudmu? Lalu apa tujuanmu? Dan apa yang menjadi inginmu sebenarnya?
Setelah bertahun-tahun lalu kau pergi dan memilih dia sebagai pendampingmu. Kini kau kembali,

Menghadirkan masa-masa yang lalu. Masa dimana aku merasakan sebuah rasa yang tak pernah aku dapatkan dari siapapun itu, rasa dimana aku benar-benar merasakan sebuah kenyamanan yang tak pernah siapapun beri kepada diriku, dan rasa yang tak pernah mampu aku lukiskan dengan kata atau kalimat apapun bila sedang menjalani hari-hari bersama dirimu.



Hehehehe...
Tapi sayang, prolog ini belum terselesaikan :(
Next post deh kelanjutannya ;)