Kamu ga pernah tau seperti apa tersiksanya diri ini. Mencintaimu namun tak pernah dapat bersama. Sakittt, dan perihh rasanya, bahkan lebih perih dari tertusuk ribuan pisau yg menancap dan menyayat di tubuh.
Aku telah berusaha semampu aku. Semua sudah kulakukan, aku pun telah berusaha bersikap seadil mungkin dengan kondisi saat ini.
Tidakkah kau pernah mengingat? Dahulu kau yang menghempaskan aku. Meninggalkan aku dan memilih menepi bersama dirinya.
Kini kau kembali,
Kembali dalam perasaan yang memang tak akan pernah bisa hilang sampai kapanpun. Karena perasaan itu terus mengalir dalam darah, perasaan itu juga terus kau hirup dalam nafasmu.
Aku berusaha untuk menggapai hal itu. Semua aku lakukan. Aku mencoba bersikap adil dengan keadaan saat ini. Aku berusaha membagi sesuai apa yang ada pada perasaan ini.
Namun kamu tetap saja menyalahkan posisiku. Aku bisa apa? Apa lagi yang harus aku perbuat memangnya?
Kamu lupa? Berapa lama waktu yg telah berlalu hingga saat ini kembali? Semua banyak yang telah berubah, bahkan keadaan kita pun saat ini adalah kamu miliknya dan aku pun juga miliknya.
Aku sudah berusaha segalanya untuk keadaan kita yang sekarang. Tidak sedikitpun aku mengacuhkanmu dengan keadaan yg seperti ini.
Lagi lagi kamu tetap saja menyalahkan posisiku. Aku telah berusaha namun rasanya semua usaha itu kini hanya berbuah sia sia dah bahkan tak ada harganya.
Kini aku tak lagi mampu berkata.
Jika aku masih mampu berusaha aku akan tetap bertahan dengan rasa ini, namun jika aku tak mampu aku akan pergi selamanya dari kehidupanmu dan tak akan lagi hadir dalam setiap darah dan nafasmu.
Maaf