Terima
kasih,
Karena
kau telah kembali menghempaskan rasa ini.
Harusnya
aku yang marah kepadamu?!!! Namun, mengapa justru kau yang marah dan bahkan
benci pada diriku. Begitulah yang terlintas dalam benakku.
Sejujurnya,
aku memiliki alasan mengapa aku merasa begitu marah padamu. Dan aku rasa,
alasan itu cukup menjelaskan kepadamu.
Aku
bahkan sempat berfikir dan memang ini yang terlintas dipikiranku saat ini.
Apa
maksudmu? Lalu apa tujuanmu? Dan apa yang menjadi inginmu sebenarnya?
Setelah
bertahun-tahun lalu kau pergi dan memilih dia sebagai pendampingmu. Kini kau
kembali,
Menghadirkan
masa-masa yang lalu. Masa dimana aku merasakan sebuah rasa yang tak pernah aku
dapatkan dari siapapun itu, rasa dimana aku benar-benar merasakan sebuah
kenyamanan yang tak pernah siapapun beri kepada diriku, dan rasa yang tak
pernah mampu aku lukiskan dengan kata atau kalimat apapun bila sedang menjalani
hari-hari bersama dirimu.
Hehehehe...
Tapi sayang, prolog ini belum terselesaikan :(
Next post deh kelanjutannya ;)