Kenyataan yang
Sebenarnya
Kalau saja
kamu selalu mendengarkan apa yang sering aku katakan tentang kita..
Aku berani menjamin..
Aku akan
menjamin kalau hal indah itu tidak akan pernah berakhir seperti ini..
Namun
sayang, kamu tetap saja kekeh dengan ego-mu..
Tidak pernah
ada sedikit pun rasa dari kamu untuk mengalah..
Aku lelah
bila harus terus mengalah dan berjuang seorang diri..
Kamu harus
tahu..
Dunia kita
itu begitu luas, bukan sempit seperti berada dalam tembok tembok yang telah
membatasi ruang gerak kita..
Kita diberi
anugerah oleh yang maha kuasa sebuah otak yang kita gunakan untuk berpikir..
Itu yang
kita punya untuk berjuang dan bertarung hingga kita memenangkan semuanya dalam
dunia yang luas ini..
Bukan kita
pasrah dengan apa yang kan terjadi nanti..
Semua caci
dan maki harusnya bisa kita jadikan sebuah motivasi dan semangat agar kita bisa
segera memenangkan segalanya..
Yah.. Mungkin
semua tidak akan berlangsung instan..
Semua butuh
proses, itu alasan apa salahnya kita terima semua caci dan maki itu..
Toh kita
punya pemikiran tuk memilih, apa benar-benar akan kita terima caci dan maki
itu, atau kita tolak? Mungkin juga kita terima namun menjadikannya sebuah
semangat dan motivasi tuk menunjukkan kepada mereka bahwa apa yang kita lakukan
itu untuk diri kita, dan tidak merugikan siapapun….
Namun
sayang, waktu yang lalu telah terjadi dan tidak mungkin bisa kita rubah semua…
Ini lah
kenyataannya.. Kita harus terpisah.. Entah sampai kapan kita akan terpisah..
Tak mampu
aku janjikan hal yang sulit untuk aku jadikan sebuah kenyataan lagi untukmu..
maaf.
BalasHapus